Close
Sunrise Candi Plaosan

247 km, Menanti Mentari Di Candi Plaosan : #RideWithThole

Dalam sebuah perjalanan, mentari selalu jadi hal yang saya tunggu-tunggu. Bukan tanpa alasan saya menunggunya. Sebab, senja menurut saya adalah sebuah misteri. Di titik terbaik melihatnya pun, dia tak selalu datang. Tetapi terkadang ketika kita sudah putus asa, dia tiba-tiba datang dengan semua keindahannya. Yak, kurang lebih seperti itu yang saya alami kemarin ketika mencoba berburu mentari terbit di Candi Plaosan.

Siluet Candi Plaosan
Siluet Candi Plaosan

Perjalanan Menuju Candi Plaosan

Berawal dari perjalanan kami ke Desa Bejiharjo di hari sebelumnya. Kami bersepakat untuk berburu matahari terbit esok hari, di Candi Plaosan. Karena jaraknya yang membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dari pusat kota, kami sepakat untuk berangkat pukul 04.00 wib seusai menunaikan ibadah sholat subuh. Nah, karena takut telat bangun, akhirnya saya dan Alfandika mencoba untuk begadang, agar bisa membangunkan Fajar dan Yunisa yang besuk akan ikut ke Candi Plaosan. Sekedar untuk informasi, saya dan Alfandika yang saat itu begadang adalah pengendara yang membonceng Fajar dan Yunisa. Jadi bisa di bayangkan betapa panasnya wajah kami. Ketika harus mengendarai sepeda motor dalam keadaan belum tidur semalaman.

Sesampainya di Candi Plaosan, kita tidak bisa langsung melihat indahnya mentari. Karena pada hari itu cuaca sedang kurang mendukung. Mendung yang lumayan tebal menyelimuti langit di atas Candi Plaosan. Karena sudah kepalang sampai di lokasi, kami pun masih menanti sejenak, barangkali masih bisa melihat mentari yang cantik hari itu.

Karena kurang tidur, si Alfandika pun tertidur di tepi sawah, tempat kita menanti sang mentari. Tapi siapa sangka, perlahan tapi pasti mendung pun mulai hilang, dan sang mentari mulai menampakkan cahayanya. “Hai Mentari, bertemu lagi kita hari ini, dengan semua harapan yang kau bawakan untukku.” gumamku dalam hati.

Si Dika Kecapekan
Si Dika Kecapekan
Menikmati Mentari Pagi Di Candi Plaosan
Menikmati Mentari Pagi Di Candi Plaosan

Spot Melihat Mentari Terbit di Candi Plaosan

Ah, betapa indahnya hangat mentari bersanding dengan kokohnya Candi Plaosan ini. Untuk kalian yang ingin melihat matahari terbit dari sudut pandang ini, kalian bisa berjalan menuju barat Candi Plaosan. Nanti, kalian akan bertemu gang kecil. Nah, di gang ini kami memotret foto ini.

#RideWithThole

Tulisan ini merupakan bagian dari perjalanan saya, yang saya lakukan bersama motor kesayangan saya, Si Thole. Maka dari itu, kalian bisa melihat judul dengan format x km dan dengan tagar #RideWithThole.Yang berarti, perjalanan yang saya lakukan adalah sejauh x km dari rumah. Ke depan, saya akan banyak menulis perjalanan saya bersama Si Thole. Jadi, sering-sering main ke sahabatransel.com ya. Oh, ya. Hingga tulisan ini diterbitkan, saya belum sempat menulis tentang Si Thole. Semoga di tulisan ke depan, saya bisa memperkenalkan kalian dengan kawan setia saya yang satu ini hehehe. ^_^

Thole Setia Menemani
Thole Setia Menemani

Video Jalan Jalan Keliling Desa Prambanan

Candi Plaosan merupakan salah satu canti yang wajib kalian datangi ketika jalan-jalan di Desa Prambanan. Apalagi bisa kesini disaat matahari terbit, seperti yang kami lakukan kemarin di video jalan-jalan di Desa Prambanan. Penasaran? Yuk langsung cek videonya.

4 thoughts on “247 km, Menanti Mentari Di Candi Plaosan : #RideWithThole

  1. Bulan lalu sempat aku mampir ke Plaosan mas cuma kondisi cuaca lagi buruk tapi aku gas aja. niatan sih hunting sunset eh gataunya jadinya malah gelap gulita hahaha

    ah naik motor kemana-mana memang menarik mass, aku dan Jun berencana pengen bisa motoran sampe ke NTT atau lebih malahan ๐Ÿ˜€

    *Lidia

    1. Wah iya mbak, akhir” ini mendung” romantis ya jogja. Ini aja juga harap-harap cemas.e mendungnya bakal hilang enggak, tapi alhamdulillahnya hilang juga mendungnya hehehe. ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan